Bang Amir, Menelusuri Kata-Kata yang Hilang dalam Hidup

Diposkan oleh Unknown on Friday, November 11, 2011



Oleh: Muhammad Yusuf Efendi

Kirim Print
dakwatuna.com – Liqo di lereng pegunungan Fuji, sangatlah indah rasanya. Tanukiko, sebuah tempat camp yang indah dan rimbun. Udara gunung mengalir sepoi-sepoi menyemarakkan suasana pagi itu. Sangat jelas puncak pemandangan Gunung Fuji dari kejauhan yang diselimuti salju putih. Bang Amir teringat suasana liqo pagi itu, ketika membuka catatan kecil di buku hariannya. Terbayang dengan nasehat teman akan makna sebuah kata dalam suasan liqo pagi itu. Kata yang dibungkus dengan rasa cinta. Yang terkadang kata itu hilang ditelan seiring jalannya waktu dan usia.
Pernahkah kita memikirkan kata-kata yang hilang dalam hidup kita? Hilang bukan berarti kita tidak ingat terhadap kata-kata itu lagi, akan tetapi hilang karena kita sulit mengucapkan kata-kata itu kembali saat ini
Dalam kebiasaan orang Jepang, ketika orang sedang kasmaran atau baru saja menikah, maka berikut adalah daftar kata-kata yang selalu muncul, dan sering diucapkan.

- Sukidayo - aku suka kamu
- Aisiteiru - Aku cinta kamu
- Kansyasiteruyo - Terima kasih sekali
- Arigatou - Terima kasih (diucapkan dengan manja)

Kata-kata ini sungguh enak diucapkan dan didengarkan, bagi orang yang sedang kasmaran, ditelan indahnya kisah cinta. Ketika cinta menderu dalam dada, semua terasa indah. Setiap saat ingin saja hati mengucapkan kata-kata ini. Akibatnya kata-kata ini sulit dilukiskan dengan kata-kata. Bahkan seorang penulis menulis panjang dalam bukunya, hanya untuk menerjemahkan makna dari kata cinta ini. Inilah dahsyatnya rasa cinta. Rasa cinta menjadikan dua atau tiga kata berubah menjadi mempunyai makna yang indah dan luar biasa dalam hidup manusia.

Akan tetapi dengan berjalannya waktu, kata-kata ini menjadi barang yang sulit untuk diucapkan kembali. Lidah terasa kelu, kaku dan tidak mampu mengucapkan kata-kata sederhana ini. Kalau pun terucap di bibir, akhirnya hanya menjadi susunan kata-kata yang tidak bermakna, yang tidak dapat menggambarkan perasaan hati. Kumpulan kata-kata yang tidak dapat mengubah isi hati yang paling dalam. Apakah mereka berjauhan? Dan tidak saling bertemu? Bahkan terkadang sangat dekat sekali.

Dalam pepatah jawa, “Tresno jalaran soko kulino“, Cinta tumbuh karena terlalu seringnya mereka beriteraksi. Apakah begitu ? Bisa jadi pepatah jawa ini sudah dipatahkan oleh pasangan-pasangan manusia di dunia ini. Mereka bertemu setiap hari, akan tetapi lidah terasa kilu untuk mengucapkan cinta. Apakah berarti mereka sudah tidak saling mencintai? Bisa jadi mereka tetap mincintai.
Apalagi yang namanya lelaki. Menurut hasil analisa tentang lelaki di Jepang mengatakan bahwa ketika seorang lelaki mengucapkan “aku cinta kamu”, “aku suka kamu”, “terima kasih”, maka dia sedang menyatakan kekalahannya di hadapan istrinya. Takluk! Padahal kekalahan adalah hal yang paling tidak disukai oleh makhluk ini. Karena itu kata-kata melankolis adalah kata-kata yang kadang dihindarinya.

Apakah solusinya? Rasulullah bersabda, “Tahaddu tahabbu“. Saling memberi hadiahlah niscaya kalian saling mencinta. Dan hal ini ternyata ada juga dalam kebiasaan masyarakat Jepang. Ketika lidah terasa kelu mengucapkan cinta, salah satu cara solusinya adalah dengan memberikan hadiah kepada pasangannya. Mereka sibuk mencari hadiah apa yang paling cocok untuk mengganti kata-kata yang hilang dalam hidupnya.

Wahai saudaraku, telusurilah kata-kata dalam hidupmu, bisa jadi ada kata-kata indah yang dulu sering anda ucapkan, akan tetapi sekarang sulit anda ungkapkan. Cobalah dengan memberikan hadiah seperti contoh Rasulmu. Siapa tahu hal itu bisa menjadi pengganti kata-kata indah yang hilang dahulu.

Bagi anda yang sekarang berada dalam perjalanan, ingatlah istri anda di rumah. Mampir ke toko kecil di airport atau terminal, pilihlah hadiah yang cocok untuk istri tercinta anda, siapa tahu suatu saat kelak, anda dapat mengucapkan kata-kata indah itu kembali.

Martinez, 16 Jumadil Awal 1431 H


Sumber : http://www.dakwatuna.com/2010/bang-amir-menelusuri-kata-kata-yang-hilang-dalam-hidup/



Share

Artikel ini di Posting : Unknown Tentang Dunia Islam

Ruly Abdillah Ginting Terima Kasih sahabat telah membaca : Bang Amir, Menelusuri Kata-Kata yang Hilang dalam Hidup Silahkan membaca artikel lainnya tentang di sini Tentang Dunia Islam
Anda bisa menyebarluaskan artikel ini, Asalkan meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

:: Get this widget ! ::

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers